Gunung Gawalise yang berada di sisi barat Kota Palu Sulawesi Tengah. Jalur pendakian yang dimulai melalui Kelurahan Silae, Desa Kalora, Kecamatan Kinovaro, Kabupaten Sigi. Gunung Gawalise memiliki ketinggian 2.023 mdpl, Gunung Gawalise satu-satunya gunung di Kota Palu yang didaki mulai dari titik 0 mdpl dan mempunyai jalur yang ekstrim. Di kaki Gunung Gawalise mempunyai banyak masyarakat tetap dengan suku kaili da'a dan mayoritas agama islam.
Yang pernah menginjakkan kaki di gunung ini pasti sudah paham managemen yang harus disiapkan, dengan memakan waktu 3 hari 2 malam gunung ini tak boleh diremehkan karena selain jalur yang ekstrim dingin dan jenis hutan tropisnya tak main-main. Tapi dibalik itu semua gunung ini menyimpan banyak keindahan yang selalu bisa memuaskan penglihatan. Jika kita melakukan pendakian pada siang hari, tubuh akan berpapasan langsung dengan sinar matahari tapi indahnya pemandangan Kota Palu menjadi bonus dalam perjalanan, jika kita melakukan pendakian malam hari akan beresiko hilangnya jalur, karena banyaknya percabangan yang akan dilewati. Tapi gunung ini memiliki banyak penanda jalur yang telah dipasang oleh anak-anak Komunitas Pecinta Alam Kota Palu. Kebanyakan dari kami senang untuk melakukan pendakian di malam hari, mungkin karena lelah dan haus selama perjalanan tidak begitu terasa, karena sudah kebayang kan bagaimana haus dan keringnya kita ketika melakukan pendakian pada siang hari yang harus berpapasan langsung dengan sinar matahari. hehehehe.
Gambar diatas adalah kali ketiga saya melakukan pendakian di Gunung Gawalise pada tahun 2016, pendakian pertama saya pada tahun 2014 dan pendakian terakhir setelahnya pada pergantian tahun 2017 ke 2018, jarak untuk saya melakukan pendakian disana cukup lama sebab gunung ini telah dikuasai oleh masyarakat setempat makanya para pendaki kadang tak di izinkan untuk melakukan pendakian, entah apa penyebab utamanya yang jelas alasan yang diberikan oleh masyarakat disana tak pernah jelas, seakan akan para pendaki yang datang hanya membuat kerusakan pada gunung tersebut, padahal bukti yang ada juga masih kurang jelas. Meskipun jalurnya menyebalkan rasa untuk selalu ingin melakukan pendakian di sana tak pernah berhenti. Ketika berada di atas gunung ini, ia selalu memperkenalkan kepada orang yang sedang bersamanya disana akan kecantikan kota teluk, jadi selalu merasa bangga menjadi bagian masyarakat Kota Palu yang ternyata tak kalah cantik dengan kota-kota yang lain.
Adinda, Januari 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar